Dokumentasi Histori & Rekam Jejak

Menapaki Jejak Juang
Hijau Hitam HMI

Sejarah perjalanan Himpunan Mahasiswa Islam sejak 14 Rabiul Awal 1366 H (5 Februari 1947). Menjaga komitmen keislaman dan keindonesiaan secara utuh dari era revolusi fisik hingga era digital modern.

Tanggal Berdiri

5 Feb 1947

14 Rabiul Awal 1366 H

Pemrakarsa Utama

Lafran Pane

Pahlawan Nasional RI

Cabang Nasional

267 Cabang

20 Badko & 2 Luar Negeri

Fase Perjuangan

9 Peristiwa

Dari 1946–Sekarang

Landasan Perjuangan

Asas, Motto, & Tujuan HMI

Prinsip fundamental organisasi yang menjadi arah gerak kader HMI di seluruh Indonesia.

Asas Organisasi

Pasal 3 AD HMI

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berasaskan ISLAM. Nilai-nilai Ketauhidan menjadi dasar pengabdian kepada umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semboyan Perjuangan

Doktrin & Slogan Kader

"YAKUSA"

Yakin Usaha Sampai

Didukung dengan tiga pilar insan akademis: Iman, Ilmu, dan Amal.

Tujuan Organisasi

Pasal 4 AD HMI

"Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta'ala."
Historiografi

Latar Belakang & Kronologi Pendirian

Yogyakarta, 5 Februari 1947
1

Kondisi Sosiopolitik 1946 di Yogyakarta

Pasca proklamasi kemerdekaan, Ibu Kota Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Pada tahun 1946, suasana politik nasional mengalami polarisasi tajam antara pihak Pemerintah (dipelopori Partai Sosialis: Sjahrir & Amir Syarifuddin) dan pihak Oposisi (Masyumi, PNI, dan Persatuan Perjuangan Tan Malaka).

Organisasi mahasiswa tunggal saat itu, Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY), semakin terpengaruh oleh dominasi ideologi sosialis/kiri. Mahasiswa Islam yang menjunjung tinggi ajaran agama merasa aspirasi keagamaan dan intelektual mereka tidak tersalurkan secara bebas.

Perbedaan mendasar ideologi mahasiswa melahirkan urgensi pembentukan wadah independen berbasis keislaman dan keindonesiaan.
2

Detik-Detik Musyawarah Pendirian HMI

Melihat PMY yang semakin terbatas dan terpolarisasi, Lafran Pane (mahasiswa tingkat I Sekolah Tinggi Islam) melakukan serangkaian diskusi terbatas sejak November 1946 bersama rekan-rekan dari STI, STT, dan BPT Gajah Mada.

Pada hari Rabu Pon tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H (5 Februari 1947), bertempat di ruang kuliah STI Jalan Senopati Yogyakarta, Lafran Pane memanfaatkan jam kuliah Tafsir Husin Yahya secara Spontan untuk memimpin rapat pembentukan HMI. Tanpa rasa ragu, Lafran Pane menyatakan: "Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena semua persiapan yang diperlukan sudah beres!"

Terbuka kesepakatan 15 pendiri untuk mengesahkan HMI dan Anggaran Dasarnya.
Tokoh Historis

15 Tokoh Pendiri HMI

Para mahasiswi dan mahasiswa pionir yang menghadiri rapat bersejarah 5 Februari 1947 di Yogyakarta.

LP
Ketua / Pemrakarsa

Prof. Drs. Lafran Pane

Mahasiswa STI / Pahlawan Nasional RI

AN
Wakil Ketua I

Asmin Nasution

Pengurus Perdana HMI 1947

AT
Penulis I

Anton Timoer Djailani

Juga Tokoh Pendiri PII

KZ
Penulis II

Karnoto Zarkasyi

Perumus Kesepakatan HMI 1947

DH
Bendahara I

Dahlan Husein

Pengurus Perdana HMI 1947

MH
Bendahara II

Maisaroh Hilal

Cucu Pendiri Muhammadiyah KH. A. Dahlan

YG
Anggota Pendiri

Yusdi Ghozali

Pendiri PII & Aktivis Mahasiswa

SZ
Anggota Pendiri

Siti Zainah

Pionir Gerakan Mahasiswi Islam

SW
Anggota Pendiri

Suwali

Mahasiswa STI Yogyakarta

MS
Anggota Pendiri

Mansyur

Peserta Rapat 5 Feb 1947

MA
Anggota Pendiri

Muhammad Anwar

Peserta Rapat 5 Feb 1947

HB
Anggota Pendiri

Hasan Basri

Peserta Rapat 5 Feb 1947

ZK
Anggota Pendiri

Zulkarnaen

Peserta Rapat 5 Feb 1947

TR
Anggota Pendiri

Tayeb Razak

Peserta Rapat 5 Feb 1947

TM
Anggota Pendiri

Toha Mashudi

Peserta Rapat 5 Feb 1947

Garis Waktu Perjuangan

9 Fase Perjuangan HMI

Klik setiap fase untuk membaca dokumentasi sejarah dan dinamika pergerakan HMI dari masa ke masa.

Nov 1946 – Feb 1947 Fase 1

1. Fase Konsolidasi Spiritual

Penguatan fondasi ideologis dan keislaman oleh Lafran Pane bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Yogyakarta sebelum rapat resmi 5 Februari 1947.

Lihat Detail Kebangsaan
Feb 1947 – Nov 1947 Fase 2

2. Fase Pengokohan Organisasi

Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga, pembentukan cabang-cabang awal di Jawa, dan konsolidasi kepengurusan perdana HMI di Yogyakarta.

Lihat Detail Kebangsaan
Nov 1947 – Des 1949 Fase 3

3. Fase Perjuangan Fisik

Kader HMI membentuk Korps Mahasiswa Spesialis (CMS) masuk ke garis depan perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda I & II bersama TNI.

Lihat Detail Kebangsaan
1950 – 1963 Fase 4

4. Pembinaan & Konsolidasi

Ekspansi cabang HMI ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia, formalisasi atribut organisasi, dan penguatan kurikulum latihan kader.

Lihat Detail Kebangsaan
1964 – 1965 Fase 5

5. Tantangan & Penghianatan PKI

HMI diserang CGMI/PKI yang mendesak pembubaran. Bung Karno menegaskan: "Go Ahead HMI, selamatkan negara!", didukung Jenderal Soedirman.

Lihat Detail Kebangsaan
1966 – 1968 Fase 6

6. HMI Pelopor Angkatan '66

HMI memelopori lahirnya KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), menyuarakan TRITURA, dan mengawal penumpasan paham komunisme.

Lihat Detail Kebangsaan
1969 – 1970 Fase 7

7. Partisipasi Pembangunan

Kontribusi cendekiawan HMI dalam pembangunan nasional dan perumusan naskah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) oleh Nurcholish Madjid.

Lihat Detail Kebangsaan
1970 – 1997 Fase 8

8. Fase Pergolakan Pemikiran

Dinamika modernisasi Islam, isu Asas Tunggal Pancasila era Orde Baru yang melahirkan dinamika internal HMI Dipo dan HMI MPO.

Lihat Detail Kebangsaan
Mei 1998 – Sekarang Fase 9

9. Reformasi & Era Modern

Aksi 1998 menduduki Gedung DPR/MPR RI, pengawalan demokrasi, serta transformasi digitalisasi kader HMI Badko Kalsel hari ini.

Lihat Detail Kebangsaan
Struktur Otonom

Badan Khusus & Lembaga Profesi (LPP)

Wadah pengembangan bakat, keahlian akademik, dan pengabdian spesifik kader HMI.

KOHATI (Korps HMI Wati)

Badan khusus pembinaan kader putri HMI yang berfokus pada advokasi keperempuanan, kepemimpinan mahasiswi, dan isu-isu keluarga Islami.

BPL (Badan Pengelola Latihan)

Badan pengelola sistem dan mutu instruktur perkaderan formal HMI (Latihan Kader I, LK II, LK III, dan Senior Course).

BALITBANG HMI

Badan penelitian dan pengembangan kebijakan strategis organisasi serta pengajian isu-isu kebangsaan dan keumatan.

11 Lembaga Pengembangan Profesi (LPP)

Keahlian Akademik
LDMI

Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam

Pencetus terbentuknya LDK di Indonesia

LAPMI

Lembaga Pers Mahasiswa Islam

Jurnalistik dan publikasi opini

LEMI

Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam

Kewirausahaan & ekonomi syariah

LKMI

Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam

Pengabdian medis dan kesehatan

LKBHMI

Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum

Advokasi dan bantuan hukum

LAPENMI

Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam

Pengembangan sains & literasi

LSMI

Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam

Kesenian & kebudayaan Nusantara

LPMI

Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam

Ketahanan pangan & agribisnis

LEPPAMI

Lembaga Pariwisata & Pecinta Alam

Konservasi alam & pariwisata

LBMI

Lembaga Bahasa Mahasiswa Islam

Penguasaan bahasa asing & diplomasi

LTMI

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam

Inovasi teknologi digital & rekayasa

LISMI

Lembaga Islam Sains Mahasiswa

Riset integrasi sains dan Islam

Tokoh Utama Pemikir HMI

LP

Prof. Drs. Lafran Pane

Pemrakarsa Utama HMI

CN

Dr. Nurcholish Madjid

Formulator NDP HMI

Mutiara Hikmah Perjuangan

"Bahagia HMI, Jayalah Kohati. Yakin Usaha Sampai."

— Semboyan Perjuangan HMI

Otomatis berganti setiap 6 detik
Uji Wawasan

Kuis Trivia Sejarah HMI

Uji sejauh mana pemahaman Anda tentang peristiwa bersejarah dan tokoh pendiri HMI.

Siap Menguji Pemahaman Sejarah HMI?

Terdapat 5 soal trivia interaktif seputar pendirian, semboyan, dan perumus ideologis HMI.